Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Fatayat Terdepan Lindungi Anak dari Tindak Kekerasan

Brebes, SMA Negeri 1 Slawi. Melihat berbagai kasus kekerasan terhadap anak di berbagai strata, Fatayat NU melakukan gerakan perlindungan anak Indonesia dari tindak kekerasan (gelatik). Terbukti grafik tindak kekerasan terhadap anak pada setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan. Kondisi demikian menjadi keprihatinan Fatayat NU sebagai organisasi wanita muda di Nahdlatul Ulama.

Fatayat Terdepan Lindungi Anak dari Tindak Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Terdepan Lindungi Anak dari Tindak Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Terdepan Lindungi Anak dari Tindak Kekerasan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Dra Anggia Ermarini menjelaskan, pada kurun waktu 2011-2014 Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 11.623 pengaduan kasus kekerasan pada anak dengan klaster yang berbeda.

"Angka yang paling tinggi berupa kekerasan dari keluarga dan pengasuhnya sebanyak 2.219 dan kekerasan seksual mencapai 2.124 kasus," terang Anggi saat sambutan seminar dan pelatihan penanganan kekerasan terhadap anak di gedung Guru, Jalan Taman Siswa Brebes, (11/12/16).?

SMA Negeri 1 Slawi

Lewat program Gelatik, seluruh anggota Fatayat NU bisa bergerak ketika mendengar atau melihat tindakan kekerasan terhadap anak yang terjadi dilingkungan sekitarnya. Diyakini, partisipasi Fatayat dan seluruh elemen untuk menanggulangi masalah kekerasan bisa menjadi solusi mengurangi kasus ini. Kesadaran untuk menjaga anak sebenarnya menjadi tanggung jawab bersama sehingga harus bersinergi.

"Selama ini, masalah-masalah anak terjadi karena orang tua kurang peduli, anak yang tak mampu memahami situasi hingga kurangnya komunikasi antar keluarga," ujar Anggi.

Dia mengatakan, 90 persen tindak kekerasan dilakukan orang tuanya sendiri. Untuk itu perlu ditanamkan sikap dan sifat bahwa perlindungan, tidak hanya untuk anak biologisnya sendiri, tetapi semua anak di sekitar komunitas. “Ayo, semua menjadi penjaga dan pelindung anak,” ajaknya.

Anggi menyarankan agar selalu mendeteksi dini terhadap tindak kekerasan pada anak. Memang berat bagi seorang ibu terhadap tugas ini. Apalagi ketika anak mulai belajar dan mampu membedakan manis asam pahit. Tentu, kita harus mendidik maksimal dengan akhlak mulia. “Seorang ibu, paling berbakat membentuk anak yang berakhlak mulia,” ucapnya.

?

SMA Negeri 1 Slawi

Hal senada disampaikan Ketua PW Fatayat NU Jateng Tazkiyatul Muthmainnah. Ia mengatakan angka kekerasan terhadap anak sangat tinggi di Jawa Tengah. Fatayat wajib hukumnya untuk bergerak sama-sama peduli terhadap anak. Dia memaparkan ada empat daerah yang tindak kekerasannya tinggi sebagai zona merah yakni di Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo.

“Fatayat Jateng, bertekad jadi garda terdepan, dalam gerakan kampanye anti kekerasan terhadap anak,” tekadnya.

Melindungi dan menjaga anak, kata Tazkiyatul, bukan berarti memanjakan anak. Memastikan, kalau anak-anak dan lingkungan anak dalam keadaan aman.?

Seminar dan pelatihan penanganan kekerasan terhadap anak dibuka Staf Ahli Bupati bidang pemerintahan Mayang Sri Herbimo. Dalam kata sambutannya, selaku pemkab berterima kasih atas peran Fatayat terhadap perlindungan kepada anak-anak. Sebab Anak menjadi asset bangsa yang nilainya tak tertandingi. “Seorang anak tidak bisa putus dalam tali keluarga, kendati suami atau istri bisa terputus karena perceraian,” ujarnya. ?

Ketua PC Fatayat NU Brebes Mukminah menjelaskan, Kabupaten Brebes menjadi daerah percontohan untuk penangan anak dari tindak kekerasan terhadap anak. Selain Brebes program gelatik ini juga dilaksanakan di Lampung Timur.?

Seminar dan pelatihan diikuti 104 peserta yang berasal dari pengurus dan anggota Fatayat se kabupaten Brebes, pemerhati anak, forum anak dan unsure lainnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Quote SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 15 Februari 2018

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Habib Muhammad Luthfy Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekalongan meminta kepada seluruh umat Islam di Pekalongan untuk menunggu keputusan pemerintah dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H.

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Permintaan ini dilakukan mengingat beberapa waktu yang lalu ada salah satu ormas Islam yang telah mengumumkan awal Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012, padahal puasa masih berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Habib Luthfy kepada perwakilan umat Islam yang hadir pada pertemuan MUI Kota Pekalongan yang berlangsung di rumah Habib Luthfy Jalan dr Wahidin 70, Rabu (16/8).

SMA Negeri 1 Slawi

"Kita sebagai rakyat yang memiliki pemerintahan yang sah, maka sudah seharusnya kita mentaati segala apa yang telah diputuskan oleh pemerintah, termasuk dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H yang baru akan diputuskan Sabtu malam besok melalu sidang itsbat," ujarnya.

Dikatakan, sebagai ulil amri, pemerintah tidak saja mengatur masalah masalah kepemerintahan yang bersifat duniawi, akan tetapi juga mengatur masalah ukhrowi seperti mengawali dan mengakhir puasa Ramadhan, hal ini dimaksudkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam musyawarah yang dihadiri jajaran pengurus cabang NU Kota Pekalongan, perwakilan dari Al Irsyad, STAIN Pekalongan, pengurus thariqah dan ratusan undangan lainnya bersepakat untuk mengakhiri puasa menunggu keputusan pemerintah. 

Meski diprediksi awal Idul Fitri 1433 H akan sama dengan pengumuman salah satu ormas Islam, forum sepakat tetap akan menunggu hasil rukyat sebagai rujukan kepastian bahwa memang telah terjadi bulan baru yang bisa dilihat dengan mata.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Pertandingan, Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 06 Februari 2018

NU Setia Menjaga NKRI

Nusantara sebagai sebuah kesatuan geografis, kesatuan budaya, kesatuan politik dan kesatuan ekonomi terbentuk melalui proses berabad-abad, setidaknya mulai wangsa Sanjaya Mataram, Sriwijaya yang terus berkembang zaman Kahuripan, Daha, Singasari, Sriwijaya, Majapahit, Demak, Mataram Baru hingga Republik Indonesia saat ini. Kehadiran penjajah Spanyol, Belanda, Inggris, selama ratusan tahun itu gagal memecah-belah kesatuan yang telah kokoh itu.

Ketika Indonesia merdeka kesatuan itu segera dikukuhkan kembali sebagai sebuah negara kesatuan berdasarkan ideologi Pancasila, yang merupakan warisan leluhur bangsa ini. Itulah sebabnya Pancasila diterima oleh bangsa ini dengan tangan terbuka karena memang sebelumnya telah hidup dan berkembang sebagai falsafah hidup bagi bangsa ini, sehingga walaupun berbeda budaya, berbeda suku dan berbeda agama, tetapi bisa hidup rukun dan bersatu saling tolong-menolong satu sama lain.

Sebagaimana disebutkan di depan bahwa kesatuan Indonesia ini bukan sesuatu yang sekali jadi melainkan terus berkembang dalam proses, karena itulah kesatuan NKRI dan keutuhan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara harus dijaga dan dipertahankan. Tidak sedikit kelompok yang dengan menawarkan ideologi tertentu mencoba untuk menolak Indonesia sebagai sebuah negara kesatuan, dan berusaha memecah belah sebagai serta berusaha memutus pengikatnya yaitu Pancasila sebagai ideologi negara.

NU Setia Menjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Setia Menjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Setia Menjaga NKRI

Nahdlatul Ulama (NU) lahir dari budaya Islam Nusantara dan berkembang dalam budaya Nusantara dengan segala gelombang yang terjadi di atasnya, ketika Nusantara dalam penjajahan NU dengan gigih mempertahankan identitas kenusantaraannya dan berjuang penuh melawan penjajah yang ingin melenyapkan kenusantaraan menjadi kebelandaan. Pesantren berhasil menjaga tradisi Islam Nusantara dan dari situlah 88 tahun yang lalu NU Lahir. Dalam keterjajahan itu NU mengobarkan semangat revolusi dan perjuangan, karena itu ketika Nusantara merdeka menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak ragu lagi NU menjadi penjaga dan sekaligus penyangga serta perekat persatuan Indonesia, dalam menghadapi berbagai subversi, gerakan separatis dan pemberontakan yang menodai negeri ini.

Hadirnya Reformasi dengan semangat liberalisme yang tanpa batas menjadikan upaya merombak NKRI serta mengganti atau merevisi Pancasila terus berjalan, dengan menawarkan ideologi lain yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Dari situlah ketegangan nasional mulai terjadi antara kelompok pembela NKRI dan pendukung Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara dengan kelompok yang ingin merombaknya. Berkat kegigihan pendukung NKRI dan Pancasila ini kedua hal tersebut tidak diubah.

Dengan tidak diubahnya konsep NKRI dan Pancasila tersebut tidak dengan sendirinya NKRI tetap ada dan lestari. Secara geografis sejak reformasi hingga sekarang memang masih utuh, maraknya gerakan separatisme beberapa waktu yang lalau tidak mampu memecah kesatuan geografis negeri ini. Tetapi apabila ditinjau dari segi kesatuan politik, dengan diterapkannya otonomi yang tanpa batas, kesatuan Indonesia sebagai kesatuan politik mulai pudar. Mulai banyak pejabat daerah yang tidak setia pada pemerintah di atasnya atau bahkan pemerintah pusat.

SMA Negeri 1 Slawi

Dilihat dari sudut pertahanan (militer), nampaknya integritas NKRI juga sudah mulai mengendor, terbukti dengan terjadinya pelanggaran wilayah oleh pasukan asing yang tidak sepenuhnya bisa diatasi oleh tentara Indonesia. Sementara, setiap upaya peningkatan sistem pertahanan selalu mendapat serangan dari kelompok tertentu dari bangsa sendiri, sehingga kedaulatan Republik ini dengan mudah diganggu dan dinodai masuknya kekuatan asing yang ingin memecah belah negeri ini.

Dari segi kesatuan ekonomi, sejak dilakukan liberalisasi perdagangan, dengan dibebaskannya investasi asing masuk ke seluruh sektor strategis, maka bisa dilihat bahwa saat ini ekonomi nasional tidak lagi di bawah kendali bangsa sendiri, melainkan telah dikuasai asing. Mulai dari sektor pertambangan, sektor perbankan, sektor pertanian, sektor industri, sektor properti, telekomunikasi, yang penguasaan asing rata-rata di atas 50%, bahkan terakhir di sektor bandara yang bisa mencapai 100 persen. Akibatnya terjadi ketimpangan ekonomi yang sangat tajam yang belum pernah terjadi di Indonesia ini selama ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Kemudian di sektor kebudayaan, pengaruh asing mulai menerobos hingga ke sektor privat, dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sementara informasi dari dunia internasional yang dikendalikan oleh kapitalisme global yang berpandangan hidup liberal, tetaplah begitu jauh mempengaruhi cara berpikir, sikap dan tindakan masyarakat negeri ini. Dengan demikian nilai-nilai agama budaya dan tradisi, termasuk nilai-nilai Pancasila akan sulit diterapkan. Karena propaganda liberal disebarkan sedemikian gencar dengan peralatan teknologi dan strategi yang sangat canggih.

Inilah yang menjadi keprihatinan NU dan yang menjadi tekad NU untuk selalu setia menjaga keutuhan NKRI di saat pihak lain banyak yang mulai meragukan pentingnya NKRI. Karena itu bersamaan dengan peringatan Hari Lahir NU yang ke-88 tahun 2014 ini, NU berikrar bahkan bertekad bahwa keutuhan NKRI dan kejayaan Pancasila harus dijaga. Keutuhan NKRI harus tetap dijaga, tidak hanya secara geografis, tetapi secara politik, ekonomi dan budaya ini Indonesia kembali menjadi negara yang berdaulat, sebagaimana yang diperjuangkan para ulama NU terdahulu bersama elemen bangsa lainnya.

Untuk menjaga keutuhan NKRI ini sarana yang paling tepat adalah Pancasila, karena Pancasila dengan falsafah Bhinneka Tunggal Ika, merupakan tali pengikat keragaman bangsa ini. Kemampuan Pancasila dalam merekat keutuhan bangsa ini telah terbukti selama bertahun-tahun. Maka NU tidak mau ambil risiko dengan adanya kelompok lain? yang ingin mengganti Pancasila, sebab tanpa Pancasila NKRI tidak akan bisa dipertahankan.

Sebagaimana NKRI, saat ini Pancasila secara formal memang masih ada, tetapi harap diketahui, Pancasila oleh liberalisme tidak lagi dijadikan sumber nilai, baik dalam merumuskan undang-undang, dalam menentukan kebijakan politik, termasuk dalam kebijakan ekonomi dan kebudayaan. Semuanya mengacu pada berbagai konvensi internasional yang berfalsafah liberal yang jauh dari nilai agama dan tradisi.

Bagi NU membela NKRI dan Pancasila merupakan keharusan politik, untuk menjaga kesatuan dan kedamaian negeri ini. Dan sekaligus merupakan kewajiban syar’i, karena membela negara wajib hukumnya menurut agama.? Sebagaimana diputuskan dalam Muktamar NU di Situbondo bahwa penerimaan dan pengamalan Pancasila bagi umat Islam Indonesia sama dengan menjalankan syariat Islam. Sebagai konsekwensinya NU berkewajiban menjaga dan mengamankan Pancasila.

Komitmen atau kesetiaan ini perlu terus ditegaskan sehingga ketika NU genap berusia satu abad tahun 2026 nanti, sekitar 12 tahun lagi, kita berharap NKRI tetap utuh dan Pancasila tetap jaya. Penegasan ini menunjukkan bahwa NU bukan hanya untuk pada Nahdliyin, tetapi untuk bangsa secara keseluruhan dan bahkan untuk sekalian umat manusia. Karena itu berangkat dari Harlah NU yang 88 ini, tekad dan kesetiaan tersebut kita ikrarkan, di tengah Indonesia dengan NKRI dan Pancasila sedang menghadapi tantangan.

?

KH Said Aqil Siroj

Ketua Umum PBNU

?

* Disampaikan dalam acara peringatan hari lahir atau Harlah ke-88 NU di Jakarta, 31 Januari 2014.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pertandingan, Doa, Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 15 Januari 2018

Ansor Jabar Serahkan pada Empat Cabang Setempat

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Kerja organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor benar-benar nyata. Sehari setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), antara PP GP Ansor dan Kementerian Lingkungan Hidup, Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Barat (Jabar) akan melakukan penanaman bibit cemara laut di Pantai Wisata Pangandaran, Jabar.

Ketua PW GP Ansor Jabar, Dr Ali Anwar Yusuf mengatakan, pihaknya akan menyerahkan secara teknis pelaksanaan penanaman bibit cemara laut tersebut kepada Banser (Barisan Ansor Serba Guna). Menurutnya, empat Pengurus Cabang (PC) Ansor akan dilibatkan langsung dalam program ini, antara lain, PC Ansor Kota Tasikmalaya, PC Ansor Kabupaten Tasikmalaya, PC Ansor Banjar dan PC Ansor Ciamis.

Ansor Jabar Serahkan pada Empat Cabang Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jabar Serahkan pada Empat Cabang Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jabar Serahkan pada Empat Cabang Setempat

“Juklak(petunjuk pelaksanaan)-nya kita mengacu pada PP GP Ansor dan teknisnya diserahkan kepada empat PC Ansor,” kata Kang Ali—panggilan akrab Ali Anwar Yusuf—di sela-sela penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Ketua PP GP Ansor Saifullah Yusuf dan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, di Kantor PP GP Ansor, Jakarta (4/10) kemarin.

Namun demikian, Kang Ali mengaku belum tahu persis kapan pelaksanaan penanaman bibit cemara laut tersebut, sebab belum ada pemberitahuan khusus dari PP GP Ansor. Masalahnya, PW Ansor Jabar hanya bersifat mengkoordinasikan saja pelaksanaan kegiatan itu. “Kita belum mendapat petunjuk lebih lanjut, karenanya pasca-MoU itu pihaknya bersifat menunggu saja dari PP GP Ansor,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP GP Ansor, A Malik Haramain mengatakan, pihaknya akan membentuk tim terlebih dahulu untuk mengimplementasikan MoU tersebut agar pelaksanaan di lapangan tidak semrawut dan asal tanam saja. Tentunya, sasaran pantai wisata sebagai uji coba yang harus menjadi contoh untuk langkah selanjutnya.

Menurut Malik, gerakan pelestarian lingkungan hidup yang dimotori GP Ansor harus menjadi teladan bagi warga nahdliyyin (sebutan untuk warga NU) lainnya. Kita menginginkan warga nahdhliyin bisa terlibat secara pro-aktif, sehingga program Kementerian Lingkungan Hidup dan GP Ansor bisa sejalan. (rif)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama, Pertandingan SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Kamis, 11 Januari 2018

Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Santri Hafal Surah Al-Kahfi

Demak, SMA Negeri 1 Slawi. Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen Demak mengadakan haflah Khotmil Qur’an, Sabtu (7/6). Sebagai syarat khusus mengikuti Khotmil Quran Juz ‘Amma bil hifdzi, para santri harus hafal surah Al-Kahfi terlebih dahulu.

“Untuk bisa menjadi peserta Khotmil Qur’an Juz ‘Amma bil hifdzi, santri diwajibkan hafal surah Al-Kahfi. Sedangkan, untuk menjadi peserta Khotmil Qur’an bin nazhri 30 Juz, santri diwajibkan hafal surah Al-Kahfi, Yasin, Luqman, Ar-Rahman, Al-Waqi’ah dan Al-Mulk,” ujar pengasuh pesantren Putri Nurul Burhany KH Helmi Wafa Mahsuni.

Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Santri Hafal Surah Al-Kahfi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Santri Hafal Surah Al-Kahfi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Burhany Syaratkan Santri Hafal Surah Al-Kahfi

Surah-surah pilihan itu merupakan surah Al-Qur’an yang sudah menjadi bacaan rutin mingguan. Sehingga, santri diwajibkan menghafalnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Kiai Helmi berpesan kepada para santri untuk meningkatkan belajar mengajinya, “Santri yang sudah selesai Juz ‘Amma bil hifdzi, perlu meningkatkan prestasinya ke pengajian bin nazhri 30 Juz. Untuk yang sudah selesai bin nazhri 30 Juz ditingkatkan ke tahfidz 30 juz.”

SMA Negeri 1 Slawi

Selain peserta dan santri pesantren, haflah ini juga dihadiri oleh wali santri, para guru, dan masyarakat setempat. Haflah Khtomil Qur’an merupakan agenda tahunan di pesantren Nurul Burhany.  (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Aswaja, Pertandingan, Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 06 Januari 2018

Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU

Demak, SMA Negeri 1 Slawi. Sebanyak 90 kader IPNU-IPPNU Karanganyar, Gajah, Karangawen, kabupaten Demak mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud), kaderisasi lanjutan setelah Makesta. Setelah Lakmud, mereka berencana menggalang koordinasi dengan Ma’aruf NU Demak untuk membentuk komisariat di lingkungan sekolah Maarif NU.

Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Karanganyar Bentuk Komisariat di Sekolah Ma‘arif NU

Ketua IPNU Demak Abdul Halim sempat menemui pengurus Maarif NU Demak agar membukakan izin bagi pengurus IPNU-IPPNU masuk di sekolah dan madrasah Ma’arif NU.

Menanggapi semangat mereka, Ketua Maarif NU Demak Sa’dullah menyatakan dukungan penuh atas inisiatif para pelajar NU. “Saya akan menginstruksikan kepada Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah untuk membuka pintu selebar-lebarnya. Tinggal nanti bagaimana rekan dan rekanita IPNU-IPPNU untuk menindaklanjutinya,” kata Sa’dullah.

SMA Negeri 1 Slawi

Sementara Ketua Panitia Lakmud Miftahul Ulum menyatakan bahwa Lakmud sendiri diselenggarakan untuk menggerakkan pelajar NU di Karanganyar yang berpaham Aswaja NU. Lakmud berlangsung sejak Kamis hingga Jum’at (19-20/2) di aula MTs Nahdlatus Syibyan, Wonoketingal, Karanganyar, Demak. (A Rifqi Jamil-Sirojul Munir/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Tegal, Pertandingan, Ahlussunnah SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 30 Desember 2017

Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award

Jombang, SMA Negeri 1 Slawi. Puncak peringatan haul ke-44 almaghfurlah KH Abdul Wahab Chasbullah akan berlangsung malam ini di halaman utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur. Yang istimewa, ada tiga tokoh yang akan menerima penghargaan atas prestasi dan dedikasinya kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini, Puncak Haul dan Pemberian KH A Wahab Chasbullah Award

"Rangkaian acara haul kali ini seperti tradisi haul sebelumnya adalah diawali dengan penampilan grup Ikatan Seni Hadrah Indonesia atau Ishari," kata Panitia Haul, Lailatun Nimah, Rabu (26/8).

Ni’mah mengemukakan, bahwa antara Mbah Wahab, sapaan KH Abdul Wahab Chasbullah dengan Ishari seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. "Karena sejak awal, Mbah Wahab lah yang memperjuangkan keberadaan Ishari ini," kata cucu Mbah Wahab ini. Karena itu, lanjut Pengurus PC Fatayat NU Jombang ini, setiap acara haul, sehari sebelum acara puncak ditampilkan sejumlah grup Ishari dari berbagai kota di Jawa Timur.

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk acara puncak, yakni Rabu (26/8) malam akan dihadiri Menteri Agama RI, H Lukman Hakim Saifuddin. "Beliau akan menyampaikan pidato pengarahan sekaligus menerima penghargaan berupa KH Abdul Wahab Chasbullah Award," terangnya.

Tidak hanya H Lukman Hakim Saifuddin yang akan menerima penghargaan tersebut. "Ada juga H Choirul Anam yang telah menulis buku tentang Mbah Wahab," ungkapnya. Dipilihnya Cak Anam, sapaan akrabnya karena disamping memiliki kepedulian terhadap penulisan biografi Mbah Wahab, juga karena konsistensinya dalam berkiprah di media.

SMA Negeri 1 Slawi

H Asad Said Ali juga akan menerima penghargaan KH Abdul Wahab Chasbullah Award. Sikap tegas mantan Wakil Ketua Umum PBNU ini untuk terus aktif memerangi terorisme telah diakui banyak kalangan. "Bahkan Universitas Diponegoro Undip Semarang menganugerahinya gelar Doktor Honoris Causa di bidang hukum kepadanya," tandas Ning Eli. 

"Jadi, untuk haul kali ini yang menerima penghargaan adalah tiga orang yakni H Lukman Hakim Saifuddin, H Choirul Anam, serta H Asad Said Ali," terangnya.

Untuk ceramah agama akan disampaikan oleh dua kiai kenamaan yakni KH Husein Ilyas dan Habib Abu Bakar Hasan Assegaf.

Kegiatan haul ini bersifat terbuka bagi masyarakat umum, alumni, dan warga NU. Acara resepsi haul akan dimulai usai shalat Isya. "Silakan hadir di halaman utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas," pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Tegal, Pertandingan SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock