Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Pekalongan, SMA Negeri 1 Slawi. Habib Muhammad Luthfy Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekalongan meminta kepada seluruh umat Islam di Pekalongan untuk menunggu keputusan pemerintah dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H.

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy Minta Akhiri Puasa Tunggu Pemerintah

Permintaan ini dilakukan mengingat beberapa waktu yang lalu ada salah satu ormas Islam yang telah mengumumkan awal Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012, padahal puasa masih berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Habib Luthfy kepada perwakilan umat Islam yang hadir pada pertemuan MUI Kota Pekalongan yang berlangsung di rumah Habib Luthfy Jalan dr Wahidin 70, Rabu (16/8).

SMA Negeri 1 Slawi

"Kita sebagai rakyat yang memiliki pemerintahan yang sah, maka sudah seharusnya kita mentaati segala apa yang telah diputuskan oleh pemerintah, termasuk dalam mengakhiri puasa Ramadhan 1433 H yang baru akan diputuskan Sabtu malam besok melalu sidang itsbat," ujarnya.

Dikatakan, sebagai ulil amri, pemerintah tidak saja mengatur masalah masalah kepemerintahan yang bersifat duniawi, akan tetapi juga mengatur masalah ukhrowi seperti mengawali dan mengakhir puasa Ramadhan, hal ini dimaksudkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam musyawarah yang dihadiri jajaran pengurus cabang NU Kota Pekalongan, perwakilan dari Al Irsyad, STAIN Pekalongan, pengurus thariqah dan ratusan undangan lainnya bersepakat untuk mengakhiri puasa menunggu keputusan pemerintah. 

Meski diprediksi awal Idul Fitri 1433 H akan sama dengan pengumuman salah satu ormas Islam, forum sepakat tetap akan menunggu hasil rukyat sebagai rujukan kepastian bahwa memang telah terjadi bulan baru yang bisa dilihat dengan mata.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Pertandingan, Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Rabu, 07 Februari 2018

STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menyiapkan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Sukses Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2013.

Kegiatan akan dilaksanakan pada pertengahan Mei hingga Juni 2013 mendatang, tidak lama setelah Ujian Nasional (UN) selesai.

STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU-Forluni UI Siapkan Santri Masuk PTN

Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa atas izin Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STAINU Jakarta yang bekerja sama dengan Forum Silaturahim Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia - Universitas Indonesia (Forluni PMII UI).

Sanlat diawali dengan seleksi melalui try out SBMPTN sejak gelombang I pada 4 November 2012 lalu di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Kedoya – Jakarta Barat dan diikuti tidak kurang dari 90 siswa dari beberapa sekolah yang diundang se-Jakarta Barat serta difasilitatori oleh KH Marsudi Syuhud (Sekretaris Jendral PBNU).

SMA Negeri 1 Slawi

Kegiatan bimbingan belajar melalui Sanlat diharapkan dapat menarik perhatian bagi kalangan siswa-siswi yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi negeri, meskipun kuota tes tulis SBMPTN tahun ini oleh pemerintah dicanangkan hanya 30%, 50% melalui undangan (hasil raport) dan 20% adalah tes tulis di masing-masing perguruan tinggi.

Kendati pun demikian, karena besarnya minat pelajar untuk mengikuti kegiatan ini, maka try out/seleksi kembali digelar pada Ahad, 17 Maret 2013 mendatang (gelombang II) dan diprediksikan akan diikuti tidak kurang dari 80 pelajar SMA/sederajat.

SMA Negeri 1 Slawi

Bahkan tak hanya yang berasal dari Ibukota, panitia “Gebyar Try Out SBMPTN 2013” menyatakan bahwa ada beberapa siswa dari luar DKI Jakarta seperti Cirebon dan Bekasi, meskipun dalam pekan ini seluruh lembaga pendidikan tingkat SMA/sederajat sedang menyelenggarakan Ujian Akhir Sekolah untuk kelas XII.

Menurut pihak panitia, para siswa nampaknya antusias dan sangat berminat untuk mengikuti program Sanlat Sukses Masuk PTN 2013 yang akan diselenggarakan secara intensif dan tidak dipungut biaya ini sehingga mendorong mereka untuk tetap mengikuti try out sebagai syarat untuk resmi menjadi peserta apabila lulus dengan kualifikasi nilai yang cukup.

Alfany (Ketua Forluni PMII UI) memberikan dukungan dan pihaknya akan memfasilitasi soal ujian/try out tersebut melalui sebuah lembaga bimbingan dan konseling, Makara Insani. Selain itu, progres persiapan kegiatan ini terus dilakukan oleh panitia dan terus melakukan komunikasi terhadap pihak sekolah-sekolah yang diundang untuk mengikutsertakan siswa-siswinya atau pun melalui alumni.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Maja Sutedjo

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Kyai SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 30 Januari 2018

#HarlahNU Kembali Puncaki Trending Topic di Twitter

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi

Tagar #HarlahNU menempati posisi teratas dalam daftar kosakata yang paling banyak diperbincangkan (trending topic) di Twitter untuk kawasan Indonesia, Senin (25/4) setidaknya hingga pukul 10.44 WIB. Kondisi ini mengulang keadaan sebelumnya, Ahad kemarin, yang juga memuncaki posisi trending topic selama lebih dari empat jam.

Para netizen mengunggah berbagai hal seputar NU, baik berupa foto, video, atau kata-kata. Tagar #HarlahNU juga semakin ramai dengan hadirnya akun yang melempar pertanyaan kuis, seperti yang dilakukan akun @NUgarislucu.

#HarlahNU Kembali Puncaki Trending Topic di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#HarlahNU Kembali Puncaki Trending Topic di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#HarlahNU Kembali Puncaki Trending Topic di Twitter

“Kenapa Kamu Cinta NU? Tulis alasanmu di kolom Replay dengan hastag #HarlahNU. Dapatkan Hadiah "Kopi Suwuk" sekilo untuk 5 twit terbaik,” kicaunya.

SMA Negeri 1 Slawi

Tweet tersebut ditanggapi lebih dari 70 akun, dengan jawaban yang bervariasi. “@NUgarislucu cinta NU tidak memerlukan kejelasan! Karena cinta NU cinta tanpa alasan #HarlahNU,” balas @as_adurrofiq.

SMA Negeri 1 Slawi

Akun @ruaien menjawab dengan nada lain, “@NUgarislucu karena NU sdh mengajarkan sy cara mengejek diri sendiri & cara memuji org lain. Dan dgn NU tertawa jadi lebih ikhlas #HarlahNU.”

Ucapan selamat juga mengalir dari sejumlah politis dan pejabat publik, salah satunya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. “Selamat #HarlahNU ke 93. Semoga selalu menjadi benteng Islam yang kokoh dan toleran di Nusantara,” ujarnya melalui akun pribadinya @ridwankamil.

Selain diperingati berdasarkan kalender masehi, yakni 31 Januari, Nahdliyin juga memperingati hari lahir NU mengikuti hitungan kalender hijriah setiap 16 Rajab yang kali ini persis menapaki tahun ke-93. Peringatan harlah NU pada bulan Rajab juga sesuai dengan amanat Muktamar ke-32 di Makassar tahun 2010 lalu. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Kajian Islam SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 23 Januari 2018

Ada Cerdas Cermat Aswaja Online di Perwimanas

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. Inilah antara lain yang membedakan perkemahan di lingkungan Ma’arif  NU dengan perkemahan serupa. Ada adu kemampuan dan wawasan keaswajaan ala NU yang dilakukan secara online.

Tidak semata mengasah diri secara fisik dan kemampuan kepramukaan, para peserta Perkemahan Wirakarya Ma’arif  Nasional (Perwimanas) juga akan diuji pengetahuan dan kedalaman materi keaswajaan ala Nahdlatul Ulama. 

Ada Cerdas Cermat Aswaja Online di Perwimanas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Cerdas Cermat Aswaja Online di Perwimanas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Cerdas Cermat Aswaja Online di Perwimanas

Ratusan utusan peserta perkemahan akan diadu dalam kegiatan lomba cerdas cermat Aswaja. “Ada sekitar tiga ratus peserta yang akan mengikuti lomba cerdas cermat keaswajaan ini secara online,” kata Sunan Fanani kepada SMA Negeri 1 Slawi (10/6).

SMA Negeri 1 Slawi

Sekretaris PW LP Ma’arif  NU Jawa Timur ini menandaskan pada seleksi awal, setiap Sangga akan mengirimkan utusan untuk beradu kemampuan menjawab sejumlah soal yang telah disediakan panitia. 

“Mereka nantinya akan dikumpulkan di aula madrasah berkapasitas tiga ratus peserta dan diberikan materi soal yang harus dijawab secara serempak,” tandas dosen Fakultas Ekonomi Unair Surabaya ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Peserta diwajibkan untuk menjawab setidaknya seratus soal Aswaja yang diselesaikan 120 menit. Namun demikian, para peserta tidak akan dapat saling mencontek lantaran akan mendapatkan soal berbeda. 

“Dengan demikian tidak akan ada kecurangan seperti yang didengar pada pelaksanaan ujian di banyak tempat,” kata mahasiswa program doktor di Unair ini.

Dari tiga ratus peserta yang mengikuti seleksi di babak awal, nantinya akan dipilih hanya 36 peserta untuk maju pada babak berikutnya. 

“Untuk peserta yang masuk seleksi tahap dua nantinya juga akan diberikan soal dengan mekanisme seperti babak awal,” katanya.

Dari 36 peserta akan dipilih 6 peserta dari putera maupun puteri. “Mereka inilah yang akan memasuki babak final dengan memperebutkan juara satu, dua dan tiga,” katanya.

Diluar itu semua, cerdas cermat ini setidaknya memberikan kesan mendalam sehingga saat pulang ke tempat masing-masing, mereka bisa mendapatkan pemahaman dan kedalaman Aswaja NU.

Demikian juga, sebelum berangkat, peserta Perwimanas disyaratkan mengenal teknologi informasi secara baik. Karena semua soal disampaikan dalam bentuk online dengan memanfaatkan jaringan internet yang ada di lokasi. 

“Internet, laptop, komputer dan perangkat komunikasi yang lain adalah sesuatu yang tidak terhindarkan dari seorang pelajar dan aktifis pramuka,” terangnya. “Namun yang harus ditekankan adalah bahwa penguasaan terhadap sejumlah piranti teknologi itu hendaknya dapat dioptimalkan untuk tujuan mulia,” lanjutnya.

“Makna inilah yang akan ditekankan kepada peserta Perwimanas, dengan tetap mendorong mereka untuk menguasai teknologi informasi yang sehat dan bermanfaat,” pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Doa SMA Negeri 1 Slawi

Bersama Pemerintah dan 11 Ormas, NU Bentuk Aliansi Kemanusiaan untuk Rohingya

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Komitmen kemanusiaan untuk minoritas di Rohingya terus dilakukan melalui beberapa langkah serius oleh Nahdlatul Ulama. Salah satu langkah yang dilakukan NU dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri bersama 11 ormas lainnya Membentuk Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Rohingya.

Bersama Pemerintah dan 11 Ormas, NU Bentuk Aliansi Kemanusiaan untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Pemerintah dan 11 Ormas, NU Bentuk Aliansi Kemanusiaan untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Pemerintah dan 11 Ormas, NU Bentuk Aliansi Kemanusiaan untuk Rohingya

Bersama pemerintah, aliansi ini menggalang bantuan kemanusiaan yang meliputi bantuan kesehatan, makanan dan perlindungan.

Ormas-ormas tersebut berdiskusi dan merumuskan langkah kongkrit dengan Kemenlu untuk membantu menyelesaikan tragedi kemanusiaan yang menimpa minoritas di Rohingya.

Sekretaris Jenderal PBNU HA. Helmy Faishal Zaini mengatakan, apa yang menimpa kaum minoritas di Rohingya harus mendapatkan perhatian serius dan juga langkah kongkret dari berbagai pihak.

SMA Negeri 1 Slawi

"Saya memandang harus ada upaya serius untuk meresolusi konflik dan tragedi kemanusiaan yang ada di Rohingya. Hari ini kita berkumpul di Kemenlu ini dalam rangka merumuskan langkah, strategi, serta kebijakan apa yang harus diambil dalam meredam dan menyelesaikan Tragedi kemanusiaan di Rohingya itu,” ujar Helmy, Kamis (31/8) usai berdiskusi dengan Menlu Retno LP. Marsudi.

Helmy menambahkan bahwa apa yang menimpa minoritas di Rohingya adalah tragedi kemanusiaan yang nyata. "Ini bencana kemanusiaan. Maka tidak bisa kita hanya memakai sudut pandang sempit serta mensimplifikasinya hanya soal urusan agama dan keyakinan," terangnya.

Oleh karena yang terjadi adalah tragedi kemanusiaan, lanjut Helmy, maka semua harus ikut bertanggung jawab atas nama kemanusiaan.

Selain NU, di antara ormas yang hadir ialah Muhammadiyah, Darul Da’wah wal-Irsyad (DDII), Al-Irsyad, Mathlaul Anwar, Dewan Dakwah Islamiyah (DDI), Ikadi, dan ormas lainnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Nusantara SMA Negeri 1 Slawi

Sabtu, 06 Januari 2018

Apresiasi Warga Maluku, Pesantren Tebuireng Cabang Ambon Diresmikan

Ambon, SMA Negeri 1 Slawi. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengapresiasi warga Maluku sebagai masyarakat yang mengalami dan menjiwai makna penting persaudaraan. Hal itu diungkapkan Gus Sholah saat pertemuan dengan para tokoh agama dan peresmian berdirinya Pesantren Tebuireng Cabang Ambon di Batumerah, Ambon, Rabu (5/4).

Menurut Gus Sholah, saat ini masyarakat sudah capek dan sadar, apa pun alasannya, tidak ada manfaat yang bisa diperoleh dari sebuah konflik. Tingkat kerukunan di Maluku juga dinilai semakin membaik, setelah terlepas dari belenggu konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA belasan tahun silam. "Mestinya Maluku sudah bisa jadi laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia," ungkap adik kandung Presiden Keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Apresiasi Warga Maluku, Pesantren Tebuireng Cabang Ambon Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Apresiasi Warga Maluku, Pesantren Tebuireng Cabang Ambon Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Apresiasi Warga Maluku, Pesantren Tebuireng Cabang Ambon Diresmikan

Pada acara yang juga dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaf dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Fesal Musaad itu, Gus Sholah berharap para pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama dapat menjaga kondusivitas yang sudah berjalan baik.

"Fenomena pilkada DKI harus disikapi dengan bijak, sebagai sebuah pendidikan politik yang mencerahkan. Bukan sebaliknya, malah larut dan ikut-ikutan mengadopsi pola-pola perilaku politik yang tidak baik," pesan salah satu cucu pendiri NU ini.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam pidatonya, Gus Sholah menuturkan bahwa umat Islam memiliki kontribusi yang besar dan signifikan dalam proses tegak dan berdirinya NKRI pada berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan. "Pesantren dengan madrasahnya, sangat besar perannya meski tidak mendapatkan bantuan dari negara," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Sholah juga mengkritik belum diterapkannya Pancasila secara penuh dalam kehidupan bernegara. "Kelima sila Pancasila memang belum sepenuhnya bisa dilaksanakan oleh negara, terutama sila kedua dan kelima tentang keadilan sosial, dengan sila ketiga sebagai resultannya," tutur mantan Wakil Ketua Komnas HAM ini.

Cabang Tebuireng Kesebelas

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan berdirinya pesantren di Ambon ini, Pesantren Tebuireng telah memiliki 11 cabang yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, Riau, Sulawesi Utara, hingga Sumatera Utara.

Direktur Pendidikan Pesantren Tebuireng Kusnadi menuturkan, inisiator pendirian Pesantren Tebuireng Cabang Ambon ini adalah mantan Kepala Kanwil Kemenag Maluku HM Attamimy. Pria yang sekarang menjadi guru besar IAIN Ambon ini mendapatkan wakaf tanah seluas 2.500 meter persegi dari mantan hakim PTUN Ambon bernama Umar. Oleh Attamimy, amanah tersebut disampaikan kepada Gus Sholah. "Dan Kiai Salahuddin berkenan menerima wakaf tanah ini untuk pendirian cabang Pesantren Tebuireng ke-11," ujarnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan, Nasional, Pahlawan SMA Negeri 1 Slawi

Jumat, 05 Januari 2018

Daya Tampung Terbatas, Pesantren Ini Tolak 100 Santri Baru

Padangpariaman, SMA Negeri 1 Slawi. Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat? tahun 2015 terpaksa menolak hampir sepertiga calon santrinya yang mendaftar. Alasannya, tempat dan fasilitas di Pesantren Nurul Yaqin hanya mampu menampung 200-an orang santri baru.

Akibatnya, sekitar 100 pendaftar terpaksa batal menjadi santri Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan tahun 2015 ini. Padahal, jumlah pendaftar mencapai 330 orang. Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Ringan-Ringan Idarussalam Tuanku Sutan,? mengakui adanya lonjakan pendaftaran calon santri ke Pesantren Nurul Yaqin.

Daya Tampung Terbatas, Pesantren Ini Tolak 100 Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Daya Tampung Terbatas, Pesantren Ini Tolak 100 Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Daya Tampung Terbatas, Pesantren Ini Tolak 100 Santri Baru

"Tingginya peminat ke Pesantren Nurul Yaqin ini menjadi tantangan yang harus dihadapi? Yayasan dan pengasuh dalam menyiapkan sarana prasarana santri," kata Idarussalam di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Senin (10/8),? kepada SMA Negeri 1 Slawi.

SMA Negeri 1 Slawi

Meski demikian, pihaknya merasa gembira dengan adanya lonjakan calon santri. Sebab, hal itu berarti kepercayaan masyarakat terhadap Pesantren Nurul Yaqin semakin besar. Namun, di sisi lain menuntut adanya penambahan sarana prasarana pendukung, terutama asrama dan ruang belajar.

SMA Negeri 1 Slawi

“Untuk menampung santri baru putra tahun ini dibangun asrama semi permanen 16 x 40 meter. Asrama ini ditempati santri baru putra," kata Idarussalam yang juga Kepala BKD Kabupaten Padangpariaman ini.? ?

Idarussalam berharap adanya pembangunan ruang belajar,? asrama dan sarana ibadah (musalla) yang memadai. "Bagi dermawan yang ingin menyumbangkan sebagian hartanya membangun fasilitas tersebut , sangat diharapkan. Bantuan yang diberikan pasti sangat berarti dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa," katanya. ?

Tim Penerimaan Seleksi Penerimaan santri Baru Nurul Yaqin Syekh Muda Muhammad Rais Tuanku Labai Nan Basa, Senin (10/8/2015), di kantornya menyebutkan, jumlah pendaftar calon santri baru dua gelombang mencapai? 330 orang. Sedangkan yang diterima hanya 235 orang. ?

Dikatakan, bagi mereka yang tidak bisa lagi tertampung di Nurul Yaqin Ringan-Ringan disarankan/direkomendasikan kepada cabang-cabang Pondok Pesantren Nurul Yaqin yang dikelola oleh alumni Pesantren Nurul Yaqin sendiri di Kabupaten Padangpariaman. Yakni di Pesantren Bustanul Yaqin di Punggungkasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Pesantrenn Nurul Yaqin Sungai Abang, Kecamatan Lubuk Alung, Pesantren Aswaja Limpato Kecamatan VII Koto, Pesantren Nurul Yaqin Surau Batu Gadur, Kecamatan VI Lingkung dan Nurul Yaqin Ambung Kapur.

"Memang tidak semua yang direkomendasikan tersebut bersedia masuk pesantren di cabang Nurul Yaqin itu. "Kita memang ingin semuanya dapat nyantri di Nurul Yaqin Ringan-Ringan ini. Tapi kapasitas asrama dan ruang belajar yang tidak memungkinkan untuk menerimanya," katanya

Dikatakan, pada pendaftaran gelombang pertama dibuka mendaftar 119 orang dan diterima 94 orang. Meski jadwalnya? dipersingkat beberapa hari, tapi tetap saja banyak yang mendaftar.? Pada gelombang kedua, mendaftar 210 orang, hanya diterima 135 orang, ditambah 4 orang cadangan. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Foto: Bangunan semipermanen yang digunakan sebagai asrama putra santri baru Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat.

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pahlawan, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock