Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Januari 2018

Pelarangan HTI Harus Disertai Pembinaan

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Pelarangan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah tepat, meskipun dinilai terlambat karena organisasi transnasional ini sudah berkembang dan mempunyai banyak pengikut. Karena itu, proses pelarangan HTI harus disertai dengan pembinaan terhadap para "korban" yang sudah terlanjur mengikuti organisasi ini.

Demikian dalam diskusi dan peluncuran buku "Gerakan Politik Hizbut Tahrir Indonesia Mampukah Menjadi Gerakan Dakwah?" karya Sofiuddin di Islam Nusantara Center (INC), Ciputat, Tangsel, Selasa (13/6). Diskusi dihadiri Wasekjen PBNU H Abdul Munim DZ, Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor Adung Abdul Rahman, dan mantan staf khusus Wantimpres Hilmi Asshidiqie.

Pelarangan HTI Harus Disertai Pembinaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelarangan HTI Harus Disertai Pembinaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelarangan HTI Harus Disertai Pembinaan

Dalam pemaparan bukunya, Sofiuddin mengatakan, pembubaran HTI bukan tanpa implikasi. "Justru mereka akan bergerak dan semakin militan jika tidak dibarengi dengan pembinaan," katanya.

Lebih lanjut, kata Sofiuddin, para anggota HTI yang berjumlah lebih dari 10 ribu orang merupakan bagian dari warga negara Indonesia yang mempunyai kewajiban dan hak yang sama dengan warga lain.

Hal senada disampaikan Hilmi Asidiqie. Menurutnya, HTI sudah sepantasnya dibubarin karena menentang ideologi negara. "Silakan bentuk organisasi tapi jangan seperti sebelumnya menentang ideologi negara. Jangan pertentangkan lagi agama dan negara," katanya.

Mengutip pernyataan KH Hasyim Muzadi (alm), ia mengatakan bahwa syariat Islam sebenarnya sudah diterapkan 92 persen di Indonesia. Hanya sedikit yang tidak diterapkan di Indonesia sebagaimana di negara lain, terutama terkait pelaksanan hukum pidana qishas dan rajam. Selebihnya Indonesia adalah salah satu negara yang paling islami di dunia.

SMA Negeri 1 Slawi

Dikatakan, Pancasila memberi ruang yang luas bagi umat Islam untuk menjalankan syaraiat Islam yang berisi aspek akidah, syariah, dan akhlak.

Sekjen GP Ansor Adung Abdul Rahman dalam kesempatan itu menegaskan kembali dukungannya kepada pemerintah untuk membubarkan HTI. "Kalau membaca buku ini, semua ditolak HTI: Pancasila, kebhinekaan, dan NKRI, karena tidak sesuai Islam kaffah menurut mereka," ujarnya.

SMA Negeri 1 Slawi

Indonesia didirikan oleh para pejuang dengan mengorbankan harta dan nyawa. "Termasuk nyawa para senior kami di GP Ansor," tegasnya. Karena itu tidak boleh ada yang merongrong Indonesia.

Ia juga menyesalkan perilaku HTI yang seringkali memanipulasi dukungan para tokoh dan warga NU. Sikap mereka juga seringkali ambigu. "Mereka anti Pancasila dan NKRI tapi banyak anggota mereka yang menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Mereka menghidupi keluarga mereka dari anggaran negara," ujarnya.

Wasekjen PBNU dalam kesempatan itu menegaskan bahwa bagi NU, Pancasila bukan saja pilihan politik (siyasi) tetapi juga sesuai dengan ketentuan syariat Islam (syari).

"Pancasila adalah syariat Islam. Pada Munas alim ulama NU di Situbondo Jawa Timur tahun 1983, para ulama telah menegaskan bahwa menjalankan Pancasila sama dengan menjalankan syariat Islam. Pancasila itu sendiri dirumuskan oleh ulama NU lengkap dengan (dalil) Quran dan haditsnya," demikian Munim DZ. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah, Hadits SMA Negeri 1 Slawi

Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi. Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo beserta para jajaran Forpimda Jatim menghadiri grand launching sukses muktamar ke-33 Nahdatul Ulama, Sabtu malam (14/3) lalu. Terlihat ada di belakang Pakde Karwo, Anas Yusuf (Kapolda Jatim) Eko Wiratmoko (Pangdam Brawijaya V), H Abdul Halim Iskandar (Ketua DPRD Jatim) dan beberapa Bupati se-Jatim.

Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang

Dalam sambutannya ia menceritakan saat PWNU Jatim meminta izin akan mengadakan muktamar di Jawa Timur dan meminta Wakil Gubernur menjadi ketua Panitia Daerah, tanpa berpikir panjang Pakde Karwo langsung mengiyakan. "Iya, gus saya setuju," jelas Pakde Karwo kepada Gus Ipul waktu itu.

Pakde juga mengapresiasi langkah NU yang mengambil tema Islam Nusantara, menurut pakde, dalam hidup itu harus diimbangi dengan spiritual dan kultural. Kalau ada orang Islam yang menentang, diislamkan kembali Prof Kiai Said," kata Pakde kepada Ketum PBNU.

SMA Negeri 1 Slawi

NU sungguh luar biasa dalam mengambil keputusan terkait kepentingan umat. NU selalu bermusyawarah dan tidak mengenal votting. Itulah yang dilakukan NU lewat bahtsul masailnya. Banyak keputusan NU yang sangat membantu pemerintah, kata gubernur dua periode itu. (Rofi’i Boenawi/Anam)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah, Pendidikan, Sholawat SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 24 Desember 2017

Ratusan Santri Meriahkan Pawai Taaruf GP Ansor Subang

Subang, SMA Negeri 1 Slawi. Ratusan pelajar turut? memeriahkan pawai Taaruf Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang di Jalur Pantai Utara (Pantura) Subang, Selasa (29/11).

Ratusan Santri Meriahkan Pawai Taaruf GP Ansor Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Meriahkan Pawai Taaruf GP Ansor Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Meriahkan Pawai Taaruf GP Ansor Subang

Pawai tersebut sebagai rangkaian kegiatan prosesi pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang masa khidmah 2016-2020 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Istiqamah, Kebondanas, Pusakajaya, Subang.

Dalam pantauan, ratusan pelajar tersebut berjalan menyusuri lajur satu Jalan Pantura sehingga membuat arus lalu lintas jalan nasional tersebut menjadi sedikit tersendat.

SMA Negeri 1 Slawi

Kendati demikian, tidak mengganggu arus lalu lintas jalur baik dari arah Cirebon dan sebaliknya tersebut karena dikawal oleh aparat kepolisian Resort Subang dibantu Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Turut dalam memeriahkan Pawai Taaruf ratusan pelajar tersebut terdiri dari Santri Pondok Pesantren Yapimu Pusakajaya, MTs Darul Maarif Pamanukan, dan SMP NU Ghofarona, Kebondanas. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah, Kajian Sunnah SMA Negeri 1 Slawi

Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam

Kudus, SMA Negeri 1 Slawi - Menjelang Ramadhan, sekitar 600 orang dari berbagai lapisan masyarakat memadati Pengajian Pitulasan di pendopo Yayasan Makam dan Masjid Menara Sunan Kudus (YM3SK), Jawa Tengah. Tradisi khas Kudus tiap Ramadhan sejak puluhan tahun lalu ini merupakan pengajian dialogis. Hadirin dapat langsung menanyakan berbagai persolan Islam maupun kehidupan secara umum dengan narasumber.

Hadir dalam kesempatan yang dimoderatori oleh KH M Faruq Senin (27/6) malam tersebut, empat kiai besar Kudus yang menjadi narasumber, yakni KH Nadjib Hassan, KH Ulil Albab Arwani, KH Hasan Fauzi, KH Arifin Fanani.

Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengajian Dialogis Permudah Masyarakat Pahami Islam

Adapun tema utama yang disampaikan pada pengajian dialogis tersebut adalah bab zakat. KH Nadjib Hassan dalam pengantar materinya menuturkan bahwa pembahasan tentang zakat sangat penting, meskipun ibadah ini dilakukan setahun sekali, tetapi tidak sedikit yang tidak tahu atau lupa mengenai tata caranya.

"Masalah yang berkaitan zakat semakin lama semakin berkembang. Tidak ada salahnya kita mempelajari lagi pembahasan tentang zakat," ujar kiai yang juga Ketua YM3SK itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Dengan suguhan kopi hangat yang disediakan oleh panitia untuk seluruh hadiran, malam itu ada belasan hadirin yang mengacungkan jari lalu menanyakan 1-3 masalah tentang zakat yang dihadapkan dengan perkembangan zaman yang semakin kompleks. Tidak sedikit juga hadirin yang menanyakan beragam masalah di luar bab zakat. Tak jarang ada yang menanyakan dari masalah sepele, konyol sampai masalah aktual.

Secara bergantian, satu demi satu para kiai yang menjadi narasumber itu menjawab dengan berlandaskan keterangan atau kaidah yang ada di dalam kitab-kitab kuning dalam tradisi kalangan Ahlussunnah wal-Jamaah.

SMA Negeri 1 Slawi

Saifur Rohman, hadirin asal Desa Kaliwungu, Kudus, mengungkapkan pengajian dialogis ini menambah wawasan dan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Terutama pengajian dialogis. Jarang-jarang ada di tengah masyarakat karena biasanya hanya orang-orang tertentu saja. Ini kesempatan besar bagi kita sebagai pemula, pelajar maupun orang dewasa campur menjadi satu untuk bertukar pikiran," ungkap pria yang menanyakan hukum Kebiri Kimia bagi pelaku kekerasan seksual pada anak.

Senada dengan Rohman, Bahrul Ulum, pelajar asal Desa Mlati, Kudus ini merasa mendapatkan banyak manfaat. Bagi pemuda yang menanyakan masalah zakat ini menilai pengajian dialogis tersebut membuka wawasan baru tentang hukum-hukum Islam yang terkadang dianggap sepele, padahal apabila dijabarkan sangat luas isinya.

Di ujung acara, sekitar pukul 12 malam, para kiai tidak lupa meminta maaf tatkala ada hal-hal yang dirasa kurang atas jawaban diberikan. "Semoga acara ini mendapatkan barokah dan manfaat," pungkas Kiai Nadjib Hassan yang juga Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU. (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah, Kiai, Pesantren SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Amalan supaya Selamat dalam Perjalanan

Ada amalan menarik yang pernah dikutip oleh Imam Az-Zarkasyi untuk semua orang yang ingin selamat dalam perjalanan. Ia mengutip kisah yang pernah diamalkan oleh al-Kiya al-Harasi, seorang yang lahir di tahun yang sama persis dengan Imam al-Ghazali, pada tahun 450 H dan wafatnya hanya selisih satu tahun. Jika al-Ghazali wafat tahun 505 H, al-Harasi wafat tahun 504 H.

Kehidupan kedua orang ini selalu bersama. Mereka adalah teman dekat. Mulai belajar, mengajar, pun jadi ulama, keduanya selalu berbarengan. Hanya, di antara keduanya masing-masing mempunyai keistimewaan yang tidak sama. Al-Harasi yang juga pengarang kitab Ahkamul Quran ini lebih jago dalam mengajar, sedang al-Ghazali sebagai pengarang Ihya Ulumuddin lebih mahir dalam menulis.

Amalan supaya Selamat dalam Perjalanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan supaya Selamat dalam Perjalanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan supaya Selamat dalam Perjalanan

Pemilik nama lengkap Abul Hasan Ali bin Muhammad At Thabari ketika akan melakukan perjalanan, ia membaca semua huruf yang ada di permulaan surat Al-Quran (fawatihus suwar). Mulai alif lam mim, alif lam mim, alif lam mim shad, alif lam ra, dan seterusnya yang berjumlah 29 potong ayat.

SMA Negeri 1 Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

Artinya: Imam al-Kiya al-Harasi rahimahullah ketika sedang bepergian membaca huruf-huruf  yang berada di permulaan surat-surat ini (awailus suwar). Beliau ditanya tentang amalan itu, lalu dijawab "Tidak ada tempat yang dibacakan itu atau tempat maupun barang yang dituliskan tulisan tersebut kecuali pembacanya dan hartanya akan dijaga, harta dan jiwanya aman dari kerusakan serta resiko tenggelam. (Badruddin Muhammad bin Abdullah Az Zarkasyi, Al-Burhan fi Ulumil Quran [Darut Turats, Kairo], vol 1, h. 434)

Jadi, menurut salah satu pakar fiqih madzhab Syafii ini, siapa saja yang mau membaca atau menulis di satu tempat, pembacanya akan selamat, harta jiwanya akan aman dari malapetaka dan tenggelam.

KH Abdul Qayyum Manshur, Lasem, ketika mengisi mauidhah hasanah di Haflah Khotmil Quran Pesantren At Taufiiqiyyah, Brabo, Grobogan mengatakan bahwa amalan ini sudah diijazahkan kepada masyarakat untuk siapa yang yang menginginkan sawahnya aman, selamat dari kecelakaan ketika bepergian, tidak tenggelam, atau sebagainya. (Ahmad Mundzir)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Daerah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 17 Desember 2017

Kiai Maruf Amin: Kemandirian Warisan Santri Ratusan Tahun

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin menyebut kemandirian sebagai identitas asli santri. Menurut Kiai Maruf, tema kemandirian ini bukan sesuatu yang baru, tetapi untuk penguatan bahwa santri itu mandiri.

Demikian Rais Aam PBNU KH Maruf Amin menanggapi tema Santri Mandiri, NKRI Hebat yang diusung Rabithah Ma‘ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) pada acara peluncuran dan konferensi pers Hari Santri 2017 di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (10/8) malam.

Kiai Maruf Amin: Kemandirian Warisan Santri Ratusan Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin: Kemandirian Warisan Santri Ratusan Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Amin: Kemandirian Warisan Santri Ratusan Tahun

Santri, menurutnya, dari dulu diajar mandiri. Kemandirian ini juga diperintah oleh Rasulullah, “Kamu jangan menjadi beban orang”. Begitu juga dalam salah satu doa kita dengan menyebut wal afafah, yakni menjaga diri dari meminta-minta kepada orang.

Oleh karena itu, kata Kiai Ma’ruf, santri biasa hidup mandiri dan diajar hidup sederhana. Santri, juga sudah terbiasa hidup prihatin.

SMA Negeri 1 Slawi

“Santri memang pantang meminta-minta, tapi kalau dikasih pantang menolak. Itu santri itu,” katanya diiringi tawa hadirin.

Jadi, kemandirian merupakan watak yang dari dulu diajarkan di pesantren. Kemandirian merupakan suatu keharusan supaya tidak menjadi beban negara dan bangsa. Lebih dari itu, santri harus berkontribusi untuk bangsa dan negara.

SMA Negeri 1 Slawi

“Dari dulu, soal kontribusi itu, dari dulu santri berkontribusi (kepada bangsa dan negara),” katanya.

Tampak hadir pada acara ini Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Waketum PBNU Mochammad Maksum Machfoedz, Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghofarrozin dan tamu undangan dari beberapa perwakilan kementrian. (Husni Sahal/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Warta, Daerah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 10 Desember 2017

Gus Mus: Beragama Harusnya Enak, Kok Malah Dipersulit?

Malang, SMA Negeri 1 Slawi - Islam di Indonesia saat ini lebih banyak memperlihatkan wajah marah daripada ramah. Mengapa begitu? Hal ini karena esensi dakwah telah menghilang dan luput dari karakter pendakwah Muslim di negeri ini.

Demikian pesan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam Silaturahmi dan Tausyiah di Masjid Universitas Negeri Malang, Malang, Jawa Timur, Selasa (23/8/2016).

Gus Mus: Beragama Harusnya Enak, Kok Malah Dipersulit? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Beragama Harusnya Enak, Kok Malah Dipersulit? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Beragama Harusnya Enak, Kok Malah Dipersulit?

Dalam agenda ini, mustasyar PBNU ini didampingi Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Ah. Rofiuddin dan segenap jajaran pimpinan kampus UM, serta guru besar, dosen dan pengurus NU Kota Malang dan Kabupaten Malang.

SMA Negeri 1 Slawi

Dalam ceramahnya, Gus Mus menyampaikan pentingnya ruhuddakwah (semangat mengajak), yang harus dimiliki oleh ustadz, pendakwah, dan segenap umat Muslim negeri ini. "Di antara krisis umat Islam adalah krisis ruhud-dakwah," terangnya. Menurut Gus Mus, hilangnya ruh dakwah akan menjadikan pesan Islam menjadi melenceng dari apa yang diperintahkan Allah.

SMA Negeri 1 Slawi

Gus Mus juga mengecam para pendakwah yang bersikap keras dan cenderung main hakim sendiri, tanpa ada ajakan dengan kedamaian dan rahmat. "Semua sedang berjalan menuju Allah. Ada yang mampir, ada yang bergeser. Tapi semua belum sampai ke tujuan. Jika masih di jalan, tapi belum sampai kok disikat," ujar Gus Mus, di hadapan ribuan mahasiswa dan dosen.

Lebih lanjut, Gus Mus menjelaskan bahwa Rasulullah Muhammad diutus untuk berdakwah dan mengajarkan cinta, bukan melaknat manusia. "Buitstu daaiyan, saya diutus untuk berdakwah bukan melaknat. Itulah ungkapan Nabi Muhammad," kisah Gus Mus.

Dalam esensi dakwah dengan cinta, Nabi Muhammad senantiasa bersabar dan terus mengajak kepada kebaikan, meski dibalas musuhnya dengan kejam. Namun, kesabaran Nabi Muhammad membuahkan hasil dengan Islam yang berkembang pesat.

"Kalian tahu siapa Khalid bin Walid? Khalid bin Walid itu anaknya Walid al-Mughirah, yang merupakan tokoh yang memusuhi Nabi Muhammad. Kalian mengenal Hindun? Perempuan bernama Hindun, istrinya Abu Sufyan, yang dahulu pernah memakan jantungnya Sayyidina Hamzah, di perang Uhud. Setelah masuknya Islam, Hindun sangat mencintai Nabi Muhammad, sebagai pujaan dan panutan," terang Gus Mus.

Gus Mus mengimbau kepada umat Muslim, khususnya pendakwah agar memahami bab tobat. Ia mengatakan bahwa tobat itu sampai pada akhir hayat, sebelum nyawa dicabut, setiap manusia bisa bertobat.

"Sunan Kalijaga ketika masih menjadi Brandal Lokajaya, itu merupakan begal. Kalau pada masa itu Sunan Bonang bersikap keras, maka ya tidak ada Sunan Kalijaga," kisah Gus Mus.

Dalam taushiyahnya, Gus Mus mengimbau agar umat Muslim mengedepankan akhlak dan memudahkan kesulitan.

"Yuriidu bikumul yusra walaa yuriidu bikumul usra. Allah menghendaki kalian gampang, dan tidak menghendaki kalian sulit. Allah itu tidak ingin kita itu sulit, kok kita malah mempersulit," terang Gus Mus.

Gus Mus menambahkan bahwa beragama itu seharusnya menjadi kenikmatan. "Beragama itu harusnya enak, tapi kok sekarang malah dipersulit? Islam itu harusnya rahmatan lil alamin (kasih sayang bagi seluruh alam), tapi kayaknya malah jadi lanatan lil alamiin (laknat bagi seluruh alam)," jelas Gus Mus.

Dalam agenda ini, Gus Mus berpesan kepada mahasiswa dan akademisi untuk teguh mengaji, tekun belajar, dan memberi kontribusi pada NKRI. Ia juga berharap agar kampus UM menjadi universitas yang memberi manfaat pada kehidupan, dan turut berkontribusi pada kebaikan Indonesia. (Munawir Aziz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hikmah, Daerah, Makam SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock