Selasa, 23 Januari 2018

Kearifan Lokal Harus Diekspose di Tengah Informasi Kerukunan Umat Beragama

Bandarlampung, SMA Negeri 1 Slawi - Saat ini keberagamaan agama, suku, dan budaya di Negara Kesatuan Republik Indonesia terus diuji dengan berbagai bentuk permasalahan. Isu-isu keagamaan yang bersinggungan dengan isu-isu politik dan kemanusiaan terus menghiasi pemberitaan baik cetak dan elektronik. Kondisi ini diperparah dengan ulah kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan menyelipkan berita hoaks untuk kepentingan mereka.

Jika fenomena pemberitaan yang mengarah pada disintegrasi bangsa serta merusak kerukunan antar maupun intern umat beragama ini terus menjadi konsumsi masyarakat, tidak menutup kemungkinan kondisi yang tidak diinginkan terjadi di NKRI ini.

Kearifan Lokal Harus Diekspose di Tengah Informasi Kerukunan Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kearifan Lokal Harus Diekspose di Tengah Informasi Kerukunan Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kearifan Lokal Harus Diekspose di Tengah Informasi Kerukunan Umat Beragama

Oleh karena itu, untuk menyejukkan kondisi yang ada ini diperlukan pemberitaan yang berimbang terkait kerukunan umat beragama. Hal ini karena banyak sisi-sisi lain yang terjadi di tengah-tengah masyarakat tidak terekspos oleh media seperti kearifan lokal tentang hubungan antarumat beragama di suatu daerah.

Kearifan lokal semisal bagaimana kekompakan terwujud dengan saling membantu kelancaran acara keagamaan pemeluk agama lain perlu disampaikan melalui pemberitaan sehingga suasana damai dan aman dirasakan oleh masyarakat luas.

SMA Negeri 1 Slawi

Hal inilah yang diharapkan Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Kasubbag Hukum dan KUB Kementerian Agama Provinsi Lampung H Wasril Purnawan, Jumat (8/9).

SMA Negeri 1 Slawi

Untuk mengangkat masalah strategis tentang kerukunan umat beragama ini, Wasril mengatakan bahwa pihaknya telah menggandeng media dan para jurnalis untuk terus mengampanyekan kerukunan umat beragama.

"Jangan hanya pemberitaan konflik agama saja yang diekspos. Masih banyak yang menyejukkan dari local wisdom yang perlu kita angkat," tegasnya.

Dengan menggandeng para jurnalis, pihaknya juga akan meramu berbagai kegiatan jurnalistik yang terkait dengan kerukunan ini.

"Berbagai kegiatan jurnalistik sedang digodok semisal lomba essai, fotografi dan iklan pendek tentang kerukunan diharapkan dapat meningkatkan kesejukan dari pemberitaan yang ada," tambahnya.

Kanwil Agama Lampung juga menggandeng para jurnalis untuk menyamakan persepsi tentang kerukunan ini melalui kegiatan diskusi dan workshop.

"Pada 11 September 2017 ini kita akan mengirimkan delegasi yang terdiri dari para jurnalis dari berbagai media di Lampung untuk mengikuti Workshop Peningkatan Peran Jurnalis Dalam Penanganan Isu Kerukunan Umat Beragama Tingkat Nasional di Pekan Baru Riau," katanya.

Ia berharap dengan langkah-langkah ini, pemberitaan yang berimbang dan menyejukkan tentang kerukunan umat beragama akan mewarnai berbagai media sehingga opini positif dapat terwujud di tengah-tengah masyarakat sebagai modal menjaga kedamaian di tengah keberagaman. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Ulama SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi. Kearifan Lokal Harus Diekspose di Tengah Informasi Kerukunan Umat Beragama di SMA Negeri 1 Slawi ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock