Sumenep, SMA Negeri 1 Slawi. Gerakan batin (gerbat) menjadi tradisi turun temurun dalam memperingati tahun baru Islam di Desa Campor Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Hal itu masih mengemuka pada Ahad (2/10) malam.
| Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah
Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sumenep, Ahmad Daniyal, terlibat aktif dalam acara tersebut. Dia menegaskan, gerbat diwarnai dengan parnyoonan (doa bersama) demi kebaikan masyarakat desa setempat dan umat Islam secara umum."Setelah bertawassul dan berpanyoonan, kami membaca Alquran. Kami mengaji Surat Yaasin sebanhak 41 kali. Sudah itu dilanjutkan pembacaan tahlil bersama kemudian doa," terang Dadang, panggilan akrab Ahmad Daniyal.
Menurut mantan Ketua Umum PMII Komisariat Guluk-Guluk tersebut, kebiasaan ini sudah berjalan tahunan silam di masyarakat dengan mengundang sanak saudara terutama dari silsilah Bani Patimangon yang jaraknya tidak terlalu jauh.
"Hidangan tawai menjadi ciri khas dalam acara peringatan tahun baru hijriyah 1438 H. Ini sebagai wujud betapa tahun baru ini mesti dilecuti kesederhanaan dan kematangan dalam menjalani hisup," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)
SMA Negeri 1 Slawi
Dari Nu Online: nu.or.idSMA Negeri 1 Slawi Kajian, Ulama, Kiai SMA Negeri 1 Slawi
