Senin, 18 Desember 2017

Tak Perlu Risau dengan Bilangan Rakaat Shalat Tarawih

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Umat Islam di Indonesia, khususnya warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyyin) tidak perlu merasa risau dengan berbagai perbedaan pendapat atau persoalan khilafiyah, apalagi jika perbedaan tersebut? hanya berkenaan dengan persoalan yang? tidak terlalu? krusial seperti jumlah rakaat shalat tarawih.

Demikian disampaikan KH Arwani Faisal dalam Pengajian Online Ramadhan kitab "Manahijul Imdad" karya ulama besar Nusantara Syeikh Ihsan Jampes di ruang redaksi SMA Negeri 1 Slawi, lantai V Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Selasa (18/9). Pengajian dapat diikuti melalui akun pbnu_online@yahoo.com pada setiap Jum’at dan Selasa Pukul 16.00-17.30 selama Ramadhan 1428 H.

Soal khilafiyah itu disampaikan Kiai Arwani menyusul pertanyaan peserta pengajian online dari Riyadh dan Jakarta mengenai tatacara shalat tarawih warga Nahdliyyin? jika berada dalam komunitas masyarakat yang menjalankan shalat tarawih hanya 8 rakaat.

Tak Perlu Risau dengan Bilangan Rakaat Shalat Tarawih (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Perlu Risau dengan Bilangan Rakaat Shalat Tarawih (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Perlu Risau dengan Bilangan Rakaat Shalat Tarawih

Dikatakan, warga nahdliyyin diperkenankan menyempurnakan shalat tharawih di rumah masing-masing menjadi 20 rakaat, dan tidak perlu menutup dengan shalat witir lagi.

"Bahwa shalat witir sebagai penutup shalat malam atau qiyamul lail itu bukan harga mati. Karena misalnya kita di Indonesia selesai menjalankan shalat tarawih 20 rakaat dan witir 3 rakaat paling lambat pukul 21.00, nah setelah itu kan malam masih panjang. Padahal waktu afdhal atau paling utama untuk melakukan qiyamul lail adalah pada? sepertiga malam yang terakhir," kata Kiai Arwani.

SMA Negeri 1 Slawi

Ditegaskan wakil ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU itu, bahwa aspek penting dalam shalat tarawih dan witir adalah persaudaraan sesama umat Islam yang tinggal dalam satu komunitas masyarakat. "Kita tidak perlu terus berdebat tentang bilangan shalat tarawih. Kita jalankan saja yang kita yakini paling kuat dasarnya," katanya.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi. Tak Perlu Risau dengan Bilangan Rakaat Shalat Tarawih di SMA Negeri 1 Slawi ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock