Kamis, 01 Maret 2018

Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton

Gorontalo, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang perayaan Lebaran Ketupat, warga Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo mulai memproduksi dodol Jawa Tondano (Jaton). Hampir setiap rumah memasak dodol khas jaton yang nantinya akan dibagikan kepada tamu yang datang kerumah warga setempat.

Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Lebaran Ketupat, Warga Produksi Dodol Jaton

"Ini sudah menjadi tradisi kami, memasak dan membagikan dodol saat Lebaran Ketupat yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri," ucap Saleh, warga setempat, Ahad (10/7).

Dia menjelaskan, tiga hari sebelum perayaan Lebaran Ketupat, warga sekitar sudah mulai memproduksi dodol Jaton.

"Memasak dodol membutuhkan waktu yang cukup lama dan tenaga ekstra, karena untuk memasak 10 kg dodol, dibutuhkan sembilan jam waktu memasaknya, dan harus terus diaduk agar campuran bahannya merata," jelas Saleh.

Dodol Jaton terbuat dari tepung, kacang, santan kelapa dan gula merah, dengan penbandingan jika ingin membuat 10 kilogram dodol, dibutuhkan 30 butir kelapa dan 15 kilogram gula merah.

SMA Negeri 1 Slawi

"Untuk 10 kilogram dodol yang kami buat akan menjadi 225 bungkus dodol Jaton yang dibungkus menggunakan daun woka," kata Saleh.

Sementara itu, Ido Masuli yang ditemui saat sedang membungkus dodol Jaton mengatakan, dodol yang dibungkus adalah dodol yang telah didinginkan selama 12 jam usai dimasak.

SMA Negeri 1 Slawi

"Proses pendinginan dodol jaton terbilang cukup lama, karena harus sudah benar-benar dingin baru bisa dibungkus dengan daun woka," jelas Ido.

Ia menuturkan, daun woka yang digunakan sebagai pembungkus dibeli dari daerah pegunungan di Limboto Barat.

"Harus orang yang sudah terampil jika ingin membungkus dodol dengan daun woka, karena jika belum terbiasa, daun woka akan cepat sobek sehingga dodol tidak terbungkus rapi," katanya. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah, Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

Tips Rasulullah untuk Melunakkan Hati yang Keras

Pernahkah Anda terbukti bersalah namun sukar sekali mengeluarkan minta maaf? Alasannya: orang yang dimintai maaf lebih muda dari kita, lebih miskin dari kita, atau status jabatannya lebih rendah dari kita. Jika kita penah mengalami demikian atau menyaksikan orang yang berperilaku begitu, yang bersangkutan sesungguhnya telah mengidap penyakit hati yang keras.

Surat Al-Baqarah ayat 67-74 mengambarkan kondisi penyakit tersebut ketika mengisahkan tentang Bani Israil. Mereka dilukiskan sebagai orang-orang yang sulit menerima kebenaran meskipun bukti nyata telah hadir di depan mata. Hati mereka mengeras seperti batu, bahkan bisa lebih keras lagi.

Tips Rasulullah untuk Melunakkan Hati yang Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Tips Rasulullah untuk Melunakkan Hati yang Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Tips Rasulullah untuk Melunakkan Hati yang Keras

Penyakit ini susah disembuhkan karena yang mesti dihadapi penderitanya adalah dirinya sendiri. Egoisme, gengsi, atau perasaan paling istimewa, biasanya menjadi biang keladi mengapa hati seseorang membatu sehingga sukar dimasuki kebenaran dan kebaikan yang datang dari luar dirinya. Namun, susah disembuhkan bukan berarti tidak bisa diobati.

SMA Negeri 1 Slawi

Suatu hari seorang laki-laki datang mengadu kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam tentang hatinya yang keras (qaswatul qalb). Nabi menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

SMA Negeri 1 Slawi

Artinya: “Jika kamu ingin melunakkan hatimu maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR al-Hakim dalam al-Mustadrak)

Dalam hadits tersebut, Rasulullah menganjurkan orag yang keras hatinya untuk melatih diri berempati dengan orang-orang lemah. Empati tersebut diwujudkan salah satunya dengan memberi makan orang miskin.

Makan adalah di antara kebutuhan primer (hâjiyât) setiap manusia. Penghasilan orang miskin sering hanya bisa mencukupi keperluan pokok tersebut tanpa bisa menambah kebutuhan sekunder lainnya. Lebih dari miskin disebut faqîr. Keduanya merupakan kelompok rentan yang sama-sama membutuhkan uluran tangan.

Ibnu Rajab al-Hanbali saat menjelaskan hadits ini mengatakan bahwa bergaul dengan orang-orang miskin dapat meningkatkan rasa ridha dan syukur seorang hamba atas nikmat yang dikaruniakan oleh Allah. Sebaliknya, bergaul dengan orang kaya potensial membuatnya kurang menghargai rizeki yang diterimanya.

Selanjutnya adalah mengusap kepala anak yatim. Kata “mengusap” di sini merupakan kiasan dari anjuran untuk menyayangi, berlemah lembut, dan mengayomi mereka. Tentang hal ini, Nabi bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim laki-laki atau perempuan hanya karena Allah, baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu mengalirkan banyak kebaikan, dan barangsiapa berbuat baik kepada anak yatim perempuan atau laki-laki yang dia asuh, aku bersama dia di surga seperti ini (Nabi menyejajarkan dua jarinya).”

Dalam hadits itu, Allah memberikan kebaikan kepada orang-orang yang mengusap kepala anak yatim. Jumlah rambut di hadits ini merupakan ilustrasi dari kebaikan yang tak terhitung sebagaimana tak terhitungnya jumlah rambut kepala orang. Artinya, sebanyak apa kebaikan seseorang kepada anak yatim, sebesar itu pula Allah berikan kebaikan kepadanya. Inilah mengapa hati yang keras menjadi mudah melunak, terbuka terhadap kebenaran dan kebaikan. Sebab, Sang Penguasa Hati sedang berada di pihaknya. Wallah a’lam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Habib SMA Negeri 1 Slawi

Selasa, 27 Februari 2018

GP Ansor Mulai Pra Kongres di Makassar

Makassar, SMA Negeri 1 Slawi. Menjelang pelaksanaan kongres ke-XV Gerakan Pemuda Ansor, acara pendahuluan berupa kegiatan pra kongres dilaksanakan di beberapa daerah yang dibagi per region. Kali ini yang menjadi pelaksanaan adalah regional III yang meliputi seluruh Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Acara dilaksanakan di Makasar pada Sabtu-Ahad (31/10—1/11/2015).?

Kongres ke XV GP Ansor akan dilaksanakan di Pesantren Sunan Pandanaran, Jl Kaliurang Km 12,5 Sardonoharjo, Sleman, Yogyakarta, 25-27 November 2015.

GP Ansor Mulai Pra Kongres di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Mulai Pra Kongres di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Mulai Pra Kongres di Makassar

Fathul Maskur, wasekjen PP GP Ansor mengatakan pra kongres adalah bagian dari persiapan atau semacam warming up, agar kongres ? yang merupakan forum permusyawaratan dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi itu berjalan sukses.

SMA Negeri 1 Slawi

Pra kongres ini akan dibuka oleh Ketua Umum PP GP Ansor, H. Nusron Wahid.

Fathur menjelaskan pra kongres ini mempunyai arti sangat penting, yakni sebagai forum sosialisasi persiapan teknis kegiatan kongres XV, penyampaian materi dan pembahasan materi kongres, pembahasan sejumlah program, kendala dan solusinya, hingga soal teknis seperti registrasi peserta.

SMA Negeri 1 Slawi

Sosialisasi persiapan teknis kegiatan Kongres XV akan disampaikan oleh panitia pelaksana, adapun penyampaian materi kongres akan dibawakan oleh panitia pengarah.?

"Di sini, para peserta diberikan kesempatan untuk membahas bersama-sama," tambahnya.

Pra kongres juga akan membahas implementasi dan evaluasi program Akreditas Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Wilayah (PW), yang akan dipandu secara khusus oleh Tim Akreditas Pimpinan Pusat GP Ansor.

Tak kalah penting, panitia juga akan membuka registrasi peserta Kongres XV. "Nah, ini tentu bagi PC dan PW yang sudah lolos akreditasi organisasi," kata Fatkhul Maskur.

Setelah pra kongres di regional III, PP GP Ansor selanjutnya akan menggelar pra kongres lanjutan untuk wilayah di regional II, dan regional I.

Kongres diselenggarakan untuk (1) menilai pertanggungjawaban Pimpinan Pusat, (2) menetapkan program umum organisasi, (3) menetapkan Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga, (4) merumuskan ? kebijaksanaan ? organisasi berkaitan dengan kehidupan, kebangsaan, kemasyarakatan dan keagamaan, dan (5) memilih Pimpinan Pusat. (Anwar Muhammad/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Jadwal Kajian SMA Negeri 1 Slawi

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi



Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin mengatakan akan menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membahas nasib daerah penggusuran Luar Batang dan lokasi sekitarnya Kampung Akuarium dan Pasar Ikan.

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang

"Kami akan bertemu Pemda untuk mempertahankannya. Tidak digusur tapi diperbaiki," kata Kiai Ma’ruf saat mengunjungi lokasi penggusuran di sekitar Luar Batang, Jakarta, Selasa.

Kiai Ma’ruf yang juga rais aam NU ini mengatakan salah satu hal yang akan direkomendasikan terkait hak-hak warga itu adalah supaya Ahok dapat membangun kembali rumah yang telah digusur dengan yang lebih baik.

Kiai Ma’ruf mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan kondisi warga Luar Batang pascapenggusuran oleh otoritas Pemda DKI. Terlebih setelah MUI meninjau langsung lokasi penggusuran itu.

SMA Negeri 1 Slawi

Kendati demikian, MUI akan melakukan investigasi lebih dalam terlebih dahulu mengenai rincian hak-hak warga yang dilanggar. Dengan begitu, rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan saat bertemu Ahok akan menyeluruh.

Kiai Ma’ruf mengatakan Pemda DKI sudah seharusnya mempertahankan situs sejarah Luar Batang dan sekitarnya lantaran kawasan itu sudah ada sejak lama yaitu ketika kota Sunda Kelapa cikal bakal Jakarta dibangun.?

SMA Negeri 1 Slawi

Kawasan Luar Batang, kata dia, memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi khususnya terkait dengan Islam.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya melakukan relokasi warga Pasar Ikan dengan memberikan solusi kepada warga yang telah bermukim sejak lama dan memiliki rumah tinggal di lingkungan RT 001, 002, 011 dan 012 di RW 04 untuk mendapatkan hunian layak di rusun Marunda dan Rawa Bebek.

Saat dilakukan penggusuran pada Senin pagi (11/4), ratusan warga Pasar Ikan mencoba menolak dan bertahan. Bahkan petugas pengamanan gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi dan TNI sebanyak 4.218 personel membawa sejumlah warga dengan bus yang telah disediakan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Hadits, Nasional, Bahtsul Masail SMA Negeri 1 Slawi

Senin, 26 Februari 2018

Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global

Surabaya, SMA Negeri 1 Slawi - Sejumlah pimpinan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Jawa Timur kembali berkonsolidasi dalam rangka peneguhan eksistensi sekaligus memaparkan komitmennya dalam menciptakan kualitas perguruan tinggi di kancah regional dan global.

Forum dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU) Jawa Timur, Selasa (20/9), di aula Salsabila Gedung PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Akbar Timur 9 Surabaya.

Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi NU Kuatkan Komitmen Bisa Tersertifikasi secara Global

Hadir dalam diskusi ini para pimpinan dan dosen PTNU Jawa Timur, PWLPTNU Jawa Timur serta perwakilan Jurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang baru saja divisitasi oleh Asesor AUN-QA (ASEAN University Network – Quality Assurance).

SMA Negeri 1 Slawi

AUN-QA adalah program sertifikasi penjaminan mutu skala global yang digagas oleh asosiasi perguruan tinggi. AUN sendiri berkantor pusat di Thailand, dengan anggota perguruan tinggi dan asesor dari berbagai kampus di negara-negara ASEAN.

SMA Negeri 1 Slawi

“Di dunia ini, setidaknya ada tiga ‘madzhab’ atau aliran dalam akreditasi perguruan tinggi, yang pertama Dublin Accord; kedua, Washington Accord; dan ketiga, Sidney Accord,” kata Ketua Jurusan Teknik Elektro ITS Dr. Ardyono Priadi mengawali diskusi.

Dublin Accord adalah sertifikasi perguruan tinggi yang banyak bergerak pada bidang vokasi, Washington Accord menekankan bagaimana capaian lulusan pembelajaran (learning outcomes) dari lembaga pendidikan tinggi, sedangkan Sidney Accord lebih pada bagaimana kompetensi dari lulusannya.

“Di Indonesia tampaknya ada pergeseran dari madzhab kompetensi ke madzhab learning outcomes,” papar Ardyono.

Sebagaimana diketahui, beberapa dekade terakhir di era global ini perguruan tinggi dunia memacu diri dengan membuat sistem penjaminan mutu tata kelola dan hasilnya. Sebut saja ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology), perkumpulan perguruan tinggi Islam dunia (ISESCO/Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization), hingga ASEAN University Network ini.

Pada penilaian sertifikasi AUN-QA, ada 15 kriteria penilaian yaitu: Expected learning outcomes, programm specification, programm structure and content, teaching and learning strategy, student assessment,? academic staff quality, support staff quality, student quality, student advice and support, facilities and infrastructure, quality assurance of teaching and learning process, staff development activities, stakeholders feedback, output dan stakeholders satisfaction.

Menurut Setiyo Gunawan, Sekjur Teknil Kimia ITS, para asesor AUN-QA cukup detail dalam memverifikasi bukti-bukti fisik dari proses-proses yang sudah dikerjakan, mulai dari proses penyusunan kurikulum, proses pembelajaran, hingga umpan balik para pemangku kepentingan dan pengguna lulusan.

Dekan Fakultas Teknologi Informasi ITS Agus Zainal Arifin yang turut hadir dalam diskusi ini menambahkan, sertifikasi AUN-QA memang lebih mengkroscek dari segi proses. Dengan proses yang bermutu maka tentu akan menghasilkan output yang bermutu pula.

Yusuf Amrozi, sekretaris LPTNU Jawa Timur mengatakan, bukan tidak mungkin PTNU di Indonesia tersertifikasi secara global. Tinggal bagaimana PTNU kita ini memacu komitmen masing-masing untuk menumbuhkan budaya mutu. Sehingga jika budaya mutu telah terbentuk, maka tinggal mengikuti template yang diminta oleh lembaga akreditasi atau sertifikasi internasional tersebut. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Berita, Syariah SMA Negeri 1 Slawi

Minggu, 25 Februari 2018

Pengurus Baru PMII Purworejo Fokus Kawal Isu Lokal

Purworejo, SMA Negeri 1 Slawi. Isu-isu lokal menjadi prioritas utama yang akan digarap oleh aktivis mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purworejo. Pasalnya, masih banyak persoalan di Kabupaten Purworejo yang tidak beres.

Hal itu diungkapkan Ketua PC PMII Kabupaten Purworejo Muhammad Arifin dalam sambutannya usai pelantikan Pengurus Cabang PMII Purworejo periode 2014-2015 di Auditorium Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo, Jumat (28/11).

Pengurus Baru PMII Purworejo Fokus Kawal Isu Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru PMII Purworejo Fokus Kawal Isu Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru PMII Purworejo Fokus Kawal Isu Lokal

"Organisasi PMII sebagai salah satu elemen civil society  siap menjadi garda terdepan dalam mengawal perjalanan Pemerintahan di Kabupaten Purworejo. Berbagai isu-isu lokal untuk periode ini menjadi prioritas bidang garap organisasi sebagai media perjuangan bagi kami," ucap Arifin.

SMA Negeri 1 Slawi

Menurutnya, saat ini nyaris tidak ada kekuatan civil society di Kabupaten Purworejo yang memiliki taring dan memiliki daya dobrak untuk membela kepentingan rakyat.  Isu-isu pasar modern, lingkungan, supremasi hukum, korupsi serta ekonomi dan lain sebagainya. yang merugikan masyarakat banyak yang tidak tersentuh.

SMA Negeri 1 Slawi

"Dalam situasi ini PMII mencoba untuk mengambil peranan tersebut. Semua itu demi terciptanya tatanan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera," tandasnya.

Hadir dalam kegiatan yang dirangkai dengan seminar yang mengangkat tema ekonomi lokal tersebut, Pengurus Besar PMII, PKC PMII Jawa Tengah, segenap Muspida, NU dan Banom, Organisasi ekstra kampus, BEM, Tokoh masyarakat serta alumni dan ratusan Kader PMII Purworejo.

Bupati Purworejo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staff Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Politik, Dr Ahmad Kasinu menyambut baik pelantikan pengurus PC PMII tersebut. "Selaku Pemerintah Daerah tentu sangat mendukung dan menyambut baik pelantikan sahabat-sahabat mahasiswa ini," katanya.

Lebih lanjut Kasinu mengatakan, pihaknya mengapresiasi peran PMII selama ini yang telah menjadi dinamisator bagi perjalanan pemerintahan. "Kritisme teman-teman mahasiswa terhadap isu-isu lokal harus diakui sebagai sumbangsih yang tak ternilai bagi kami. Hal itu harus senantiasa dilestarikan sebagai media perjuangan dan pembelajaran bagi para mahasiswa kader PMII," tandasnya. (Lukman Hakim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi IMNU SMA Negeri 1 Slawi

Konferwil PWNU Jabar Diawali Istighotsah, Dibuka Ketum PBNU

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi?



Konferensi Wilayah ke-17 PWNU Jawa Barat akan dimulai dengan istighotsah para kiai dan peserta konferensi pada Senin malam (10/10) di Pondok Pesantren Fauzan, Kabupaten Garut. Kemudian keesokan harinya, Selasa (11/10) konferensi akan dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.?

Menurut salah seorang panitia Konferwil, Dasuki Qs, pada istighotsah tersebut akan disertakan doa kepada para korban musibah yang menimpa Garut dan Sumedang belum lama ini.

Konferwil PWNU Jabar Diawali Istighotsah, Dibuka Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil PWNU Jabar Diawali Istighotsah, Dibuka Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil PWNU Jabar Diawali Istighotsah, Dibuka Ketum PBNU

“Senin siang registrasi sampai malam. Kemudian istighotsah dan malam amal,” katanya kepada SMA Negeri 1 Slawi ketika dihubung dari Jakarta, Sabtu (8/10).

Ia menambahkan, konferwil bertema “Meneguhkan Khidmah Jamiyah ? untuk Umat dan Bangsa” ini akan dihadiri 27 perwakilan PCNU dan satu karteker dan para peninjau. “Salah satu agendanya, akan menentukan pemimpin NU Jabar lima tahun mendatang,” katanya. ? (Abdullah Alawi)

SMA Negeri 1 Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Anti Hoax SMA Negeri 1 Slawi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock