Minggu, 27 Desember 2009

250 Ribu Anak-anak di Sudan Selatan Beresiko Tinggi Segera Meninggal

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Lebih dari 250 ribu anak-anak di Sudan Selatan beresiko tinggi segera meninggal karena kekurangan gizi. Mereka juga mengalami kelaparan karena disebabkan perang saudara yang tak kunjung reda. Tahun ini, perang saudara di Sudan Selatan sudah memasuki tahun kelima.

Direktur Eksekutif Badan Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), Henrietta H Fore mengatakan, situasi di Sudan Selatan sudah begitu sangat serius dan menghawatirkan. Ia mengungkapkan itu setelah melakukan kunjungan dua hari ke beberapa wilayah yang paling terkena dampak perang sipil negara tersebut.

250 Ribu Anak-anak di Sudan Selatan Beresiko Tinggi Segera Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
250 Ribu Anak-anak di Sudan Selatan Beresiko Tinggi Segera Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)

250 Ribu Anak-anak di Sudan Selatan Beresiko Tinggi Segera Meninggal

“Ini sangat serius di Sudan Selatan, kata Henrietta seperti dilansir Aljazeera, Jumat (19/1).

Dia sangat menyebutkan, kondisi seperempat juta anak-anak di sana yang akan segera meninggal pada tahun ini jika tidak segera mendapatkan bantuan. 

Perang di Sudan Selatan telah memporak-porandakan kehidupan di sana, termasuk sektor pertanian yang notabennya menjadi sumber produksi makanan. Para petani tidak berani lagi bertani karena takut akan kekerasan yang ada. Ini menyebabkan makanan di sana begitu langka. Ditambah, saat ini Sudah Selatan sedang memasuki musim kemarau. Artinya makanan akan semakin langka karena air untuk bertani hanya tersedia sedikit. 

"Malnutrisi akut dan parah semakin kuat," katanya.

SMA Negeri 1 Slawi

Perang di Sudan Selatan bermula pada 2013 lalu setelah Presiden Salva Kiir menuduh mantan Deputi Riek Machar merencanakan sebuah kudeta. Konflik ini telah mengakibatkan puluhan ribu orang meninggal dan jutaan orang lainnya pindah dari daerahnya. 

Kondisi yang tidak kalah memprihatinkan terjadi pada anak-anak. Setidaknya 2,4 juta anak-anak dipaksa untuk meninggalkan rumahnya, 2300 meninggal, 19 ribu direkrut menjadi milisi bersenjata. Yang lebih parah, 70 persen anak-anak Sudan Selatan tidak mendapatkan akses pendidikan karena sebagian besar sekolahnya rusak atau ditutup akibat perang. (Red: Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi Tokoh, Ubudiyah, Bahtsul Masail SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi. 250 Ribu Anak-anak di Sudan Selatan Beresiko Tinggi Segera Meninggal di SMA Negeri 1 Slawi ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock