Selasa, 17 Januari 2017

KH Tolhah Hasan, Kiai yang Tak Ingin Dirikan Pesantren

Jakarta, SMA Negeri 1 Slawi. Sudah jamak dimana-mana seorang kiai berkeinginan untuk mendirikan pesantren, atau jika sudah punya, ingin mengembangkannya melalui pendirian cabang di berbagai daerah. Kiai Tolhah Hasan, wakil rais aam PBNU malah tak ingin mendirikan pesantren, lho..

“Saya tak ingin mendirikan pesantren, demikian pula anak-anak saya. Keinginan saya adalah mendirikan lembaga pendidikan yang tergantung pada sistem, bukan figur,” tuturnya di PBNU, Kamis.

KH Tolhah Hasan, Kiai yang Tak Ingin Dirikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Tolhah Hasan, Kiai yang Tak Ingin Dirikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Tolhah Hasan, Kiai yang Tak Ingin Dirikan Pesantren

Dengan mengembangkan lembaga pendidikan yang memiliki sistem yang baik, maka proses regenerasi kepemimpinan tidak mengandalkan individu yang belum tentu penggantinya sekualitas dengan para pendahulunya.

Menurutnya masing-masing lembaga pendidikan sekolah maupun pesantren masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Pesantren di satu sisi berhasil dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, namun disisi lain, para santri terkadang kurang kritis dalam mensikapi keadaan karena terpengaruh sistem kepemimpinan personal. Sebaliknya, sekolah umum memberikan pengetahuan dan ketrampilan yang memadai, namun sangat kurang nilai-nilai keagamaan.

Salah satu wujud lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan dua hal diatas adalah pendirian Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai tempat untuk mengembangkan potensi kalangan pesantren dalam dunia akademik. Ia pernah duduk sebagai rektor, namun posisi tersebut telah digantikan oleh para kadernya yang berkualitas, bukan lagi oleh anak atau keluarganya.

SMA Negeri 1 Slawi

“Untuk memberdayakan pesantren di Madura, saya memberi beasiswa kepada Gus-Gus dari pesantren di Madura. Mereka akhirnya yang membuat perubahan dari dalam. Kalau melakukan perubahan dari luar lebih susah karena adanya penolakan dari dalam,” katanya.

Beberapa lembaga pendidikan unggulan lain yang didirikan diantaranya adalah Sekolah Unggulan Sabilillah di Malang, sekolah unggulan di Riau dan di Batam. Semuanya merupakan lembaga pendidikan untuk menyelamatkan fikrah dengan tidak melupakan aspek rasional, scientific dan tehnologi.

SMA Negeri 1 Slawi

Pendidikan yang bersifat teknik atau kejuruan menurutnya harus menjadi fokus ke depan sekolah-sekolah NU dengan mendirikan politeknik atau SMK. “Salah satu faktor kesuksesan China adalah mereka sudah mempersiapkan tenaga kerja melalui sekolah-sekolah kejuruan,” katanya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Pendidikan SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi. KH Tolhah Hasan, Kiai yang Tak Ingin Dirikan Pesantren di SMA Negeri 1 Slawi ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock