Senin, 28 Maret 2016

Pesantren WALI Canangkan Gerakan Cinta Kitab Kuning

Salatiga, SMA Negeri 1 Slawi. Perayaan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017 dilakukan dengan cara berbeda di Pondok Pesantren Wakaf Literasi Islam Indonesia (WALI), Salatiga, Jawa Tengah.

Pesantren WALI Canangkan Gerakan Cinta Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren WALI Canangkan Gerakan Cinta Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren WALI Canangkan Gerakan Cinta Kitab Kuning

Pesantren berbasis gerakan literasi ini mengemas peringatan dengan kegiatan ilmiah. Tidak ada pawai dan arak-arakan yang menunjukkan kegembiraan, ratusan santri duduk rapi di Masjid Ar-Rohim untuk belajar.

Akan tetapi, ini bukan kegiatan belajar rutin. Ratusan santri itu mengikuti Seminar Nasional Peranan Kitab Kuning dalam Dinamika Literasi dan

Intelektual Islam Indonesia, Ahad (22/10)



SMA Negeri 1 Slawi



SMA Negeri 1 Slawi

Tampil sebagai pembicara seminar tersebut adalah KH Idror Maimoen Zubair (Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang); KH Akomodien Shofa (Ketua Forum Silaturahmi Kyai Muda se-Jateng); KH Anis Maftukhin (Pengasuh Pesantren WALI); Ustad Munib Sidiq (Direktur WALI-Tamyiz Institute);  dan Ustad Al Mutaqin (Praktisi Metode Tamyiz).

Pada kesempatan itu, Pesantren WALI juga mencanangkan gerakan kitab kuning. 

“Agar santri-santri mulai memasyarakatkan ilmu-ilmu dari khazanah kitab kuning untuk menjawab beberapa persoalan kontemporer,” kata Kiai Munib, salah satu pengasuh Pesantren WALI.  

KH Anis Maftuhin mengatakan, kitab kuning adalah sumber pengetahuan keislaman yang sangat vital. Namun, selama ini akses dan kemampuan untuk membaca dan memahami hanya dimiliki sebagian kecil santri. Kemampuan itu hanya dimiliki santri-santri yang menguasai ilmu tata Bahasa Arab (nahwu sharaf) yang mumpuni dan belajar belasan tahun di pondok pesantren.

"Itu pun mereka baru sebatas mengakses sebagian kecil kitab-kitab fiqih, aqidah, dan yang berbau keagamaan," kata Anis.

Padahal, era keemasan Islam zaman dulu mengenal ilmuwan-ilmuwan yang menelurkan karya-karya luar biasa. Anis mencontohkan betapa kita terkejut bahwa 1.000 tahun sebelum Wright bersaudara belajar terbang, ulama Islam Abbas bin Firnas telah mempraktikkannya. 

“Belum lagi sumbangan pengetahuan Ibnu Sina dalam Kitab Qanun At-Tib yang hingga kini masih menjadi rujukan di dunia kedokteran,” pungkas Anis.  (Billy Ardhan/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

SMA Negeri 1 Slawi Sejarah SMA Negeri 1 Slawi

SMA Negeri 1 Slawi. Pesantren WALI Canangkan Gerakan Cinta Kitab Kuning di SMA Negeri 1 Slawi ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs SMA Negeri 1 Slawi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik SMA Negeri 1 Slawi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan SMA Negeri 1 Slawi dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock